Krisis Politik Indonesia Dipertanyakan Setelah Pemilu 2019?

Krisis Politik Indonesia Dipertanyakan Setelah Pemilu 2019?

Krisis Politik Indonesia Dipertanyakan Setelah Pemilu 2019?

TW Politics – Sudah lebih dari enam minggu berlalu sejak Indonesia menggelar pesta demokrasi dengan adanya Pilpres 2019. Namun kondisi saat ini bisa dikatakan jauh dari kata tenang atau damai. Banyak kabar simpang siur mengenai hasil pemilihan baik melalui hitung cepat ataupun hitungan asli dari KPU. Dengan aksi yang disebut dengan ‘People Power’ justru malah memperkeruh suana politik di Indonesia.

Apakah benar Indonesia sedang dalam keadaan Krisis Politik? Kami tidak bisa menyebutkan bhahwa hal ini benar adanya. Namun dari yang kejadian yang sudah terjadi, tentunya semua orang akan bertanya, apa yang terjadi dengan Pemilu 2019 ini. Ada beberapa kejadian yang masih persoalan pasca pelaksanaan pilpres 2019 ini. Berikut beberapa kejadian yang membuat suasana sempat mencekam untuk beberapa hari di Indonesia.

Aksi ‘People Power’

Aksi 'People Power'
Aksi ‘People Power’

Banyak pihak yang mengatakan bahwa aksi people power sudah dilakukan pada tanggal 17 April 2019 lalu. Namun beberapa golongan masyarakat melakukan aksi yang mereka sebut sebagai People Power didepan gedung Bawaslu yang berakhir dengan ricuh. Para elit politis dari pihak tertentu terlihat mendiamkan kejadian itu. Tidak ada himbauan dari mereka untuk para pendukungnya melakukan aksi serupa. Hal ini tentunya tidak menunjukan sikap sportifitas dalam pemilu, dan terlihat seperti salah satu kubu menganggap ini sebagai bantu loncatan untuk melakukan aksi yang lebih mengerikan lagi.

Ancaman Pembunuhan 4 Tokoh Nasional

Usai aksi unjuk rasa 22 Mei 2019 lalu, Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri melakukan jumpa pers untuk membahas masalah ini. Disebutkan setidaknya ada empat tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan. Disebutkan sebagian pembunuh telah menerima down payment atau uang muka untuk pembunuhan empat tokoh nasional tersebut. Target pembunuhannya merupakan dua pensiunan jendral TNI AD, dan lainnya pensiunan jendral polisi. Para target adalah para jendral yang dekat dengan Presiden Joko Widodo.

Penyelundupan Senjata ke Indonesia

Ilustrasi : Penyelundupan Senjata ke Indonesia
Ilustrasi : Penyelundupan Senjata ke Indonesia

Beruntung aksi penyelundupan senjata ke Indonesia berhasil dicegah oleh Badan Intelijen Negara. Senjata yang dicoba untuk diselundupkan adalah berupa M4 buatan Amerika, Glock 30, dan satu buah sniper beberapa senjata dilengkapi juga dengan peredam. Senjatanya ini diduga akan digunakan pada aksi unjuk rasa massa pada tanggal 21-22 Mei 2019. Senjata tersebut diduga akan digunakan untuk menembak salah satu massa pengunjuk rasa, dan dijadikan martir bahwa polisi yang menembakkan senjata tersebut.

Kerusuhan 22 mei 2019
Kerusuhan 22 mei 2019

Setelah beberapa kejadian yang cukup mencekam, ada juga beberapa hal yang menjadi pertanyaan. Bukan hanya para elit politis, namun masyarakat juga bertanya-tanya. Berikut lengkapnya dibawah ini :

1. Mengapa Kubu 02 Menolak hasil Pilpres 2019?

Terulang kembali kejadian pada tahun 2014 silam, gugatan hasil pilpres ke Makamah Konstitusi. Paslon nomor urut dua menuduh KPU melakukan penghitungan suara secara curang dan bias untuk memenangkan Jowoki. Pihaknya telah mengajukan gugatan atas hasil Pilpres 2019 ke Makamah Konstitusi. Banyak pakar mengatakan bahwa paslon nomor urut dua mengajukan gugatan hasil pemilu karena mereka mampu dan tidak ada ruginya.

2. Adakah BUkti Kecurangan Pemilu?

Pemilu diseluruh di dunia tidak pernah tidak ada kecurangan. Semua pasti ada kecurangan bagaimanapun bentuknya meskipun tidak dalam skala masif. Contohnya seperti kasus kecurangan yang terjadi di Malaysia ribuan surat suara telah dicoblos memilih Paslon Nomor Urut satu. Namun hal ini juga masih menjadi pertanyaan, apakah surat suara tersebut valid? Namun pihak Badan Pengawas Pemilu menolak keluhan pada pendukung paslon nomor dua tentang kecurangan dnegan alasan tidak cukup bukti.

3. Apakah Kerusuhan Besar Akan Terjadi?

Yang paling ditakuti oleh para masyarakat adalah apakah kerusuhan besar akan terjadi? Apakah kerusuhan massal pada tahun 1998 akan terulang? Rasa takut dimasyarakat bukannya tidak berdasar, karena banyak informasi yang mengatakan akan terjadi pertumpahan darah pada aksi 22 Mei 2019 nanti. Tentunya hal ini membuat keselamatan rakyat terancam. Kejadian Mei 1998 merupakan sebuah tragedi yang sangat mengerikan.

Dampak Dari Keadaan Politik Saat Ini
Dampak Dari Keadaan Politik
Dampak Dari Keadaan Politik

Ada beberapa dampak terjadi dari keadaan politik di Indonesia saat ini. Salah satunya adalah dampak terhadap sosial media yang selama ini sering dijadikan alat kampanye. Selama periode ini terjadi, pihak yang berwajib melakukan filtering terhadap sosial media yang membuatnya menjadi lebih lambat dan tidak dapat mengunggah gambar atau video apapun.

Tentunya hal ini untuk mengurangi penyebaran berita hoax yang sangat gencar disebarkan selama masa kampanye. Dari banyak sosial media atau situs yang tidak dapat diakses, ternyata ada beberapa situs poker atau judi online lainnya yang tetap beroperasi secara normal. Selain itu beberapa aplikasi berbasis messenger juga tidak dapat mengirim gambar ataupun video.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *